Rabu, 31 Desember 2025

UNREACHABLE

My toxic trait is that when I feel relief, I always think it’ll last longer. But feelings are temporary everything can flip in the blink of an eye

Why do thoughts hit so hard when it’s quiet? Is it the silence or just the lack of distractions?

It’s been almost 22 days and I still don’t see any light or purpose to keep going. Even the weather says, "Today is a bright day"

I feel so broken inside, and I miss her more than I can even put into words.

When the night gets quiet and the thoughts get heavy. Lack of sleep. Less sane. Eyes start getting blurry, slowly. Still find it hard to believe that you’ve been gone for days, and I’m still here wishing I could hear her voice again. 

Just want everything to fall into place and start making sense, because right now none of it makes any sense to me.

It was silly of me to think she actually cared about me. It's been 22 days without her and it feels unreal. No words can explain how much I miss her. 

But still, she is unreachable...

Jumat, 17 Oktober 2025

OM: ROBLOX


   Nak, pastikan dirimu tidak berlebihan untuk game ini, ya. Eh, atau aku yang berlebihan? Perlukah aku mencari tahu lebih dalam? Atau perlukah aku ikut memainkannya agar bisa lebih dekat denganmu? Aku bingung kalau harus berurusan dengan game seperti itu.

    Om tidak memainkan game online seperti itu, om hanya menghabiskan waktu android dengan menonton film atau series via aplikasi berbayar. Sisanya? Hanya berusaha untuk berkomunikasi dengan Bunda entah dengan bertukar pesan teks, telpon, atau mungkin sekalian dengan telpon video.

    Kenapa game ini viral, ya? Bunda sudah tahu? Orang bisa mengeluarkan uang lebih hanya untuk game ini, lho! Tapi ya itu kan balik lagi ke kalian, ya. Om hanya bertanya. 

    Rajin sholat terus ya, nak! Tetap selalu sapa teman kanan kirimu. Jagain Bunda juga. Nanti kita main bareng dengan sesuatu yang lebih seru daripada Roblox ya. Haha!

Senin, 23 Juni 2025

OM: ANAK PEMBECI AYAH

    Bunda dengan segala usaha dan kesabarannya. Sang anak dengan keaktifannya. Ayahnya???


    Tentu kata-kata yang keluar dari mulut sang anak, bukan hanya hasil dari satu dan dua faktor. Ini rumit. Benar-benar rumit. Om bahkan tidak bisa berkata-kata.

    Kapanpun om nanti bisa menjadi seorang ayah untuk seorang anak, semoga hal-hal ini tidak terjadi ke pada om. 

    Bunda yang tabah, bunda yang kuat, bunda yang hebat. Bunda luar biasa karena anak bunda sayang banget sama bundanya. Bunda punya cinta yang tak terhingga dari sang anak. 

    Kini, Om hanya akan bertanya pada diri sendiri, apakah yang dialami anak itu merupakan perasaan yang sama ketika om juga punya masalah dengan membenci ayah sendiri? Rumit sama. Faktornya juga lebih dari satu dua. 

    Om pikir selama ini tiri adalah masalah intinya. Ternyata tiri hanya sebua kata. Kandung saja bisa jadi sebuah bom di rumah sendiri. Meledak kapanpun tanpa kendali

    Sehat selalu ya, nak! Om masih pantau kalian dari jauh.

Sabtu, 17 Mei 2025

LOST: DEATH

    Why? Why my life always to rely on others? If I can live alone, surely i took it. Lucky for her, people who can ask for help easily. Who can cry and say "I need you" "Don't let me be alone" to others. Cause i'm just denial person who tell myself that if no one can't be there it's okay. I'm doing good all this time.

    So, when someday I fall, the only person who will shame me is me. The only person who will hurt is me. When someday I die, the only person who will bury me is myself. The only person who will dust is just me. Not someone else.

    I should have said that I wasn't okay at that time. I should have screamed in pain like a human being at that time. I should have done all that so that I wouldn't remember this kind of pain again. I wouldn't suffer like this.

    God, please protect her. So, she won't forget me. The death is real. Cuz I think I couldn't make it in time. I'm way too good at goodbyes.




Sabtu, 19 April 2025

LOST: DYING

    We only reached the point in life where we keep only those things we love. Now, everything start to fades, everything goes, everything dies. Entropy beats me down. The most painful thing in life is not to die, but to be slowly forgotten.

    Fuck that ego! I'm totally dying, you know. It feels like Im going to killing myself also. Or is that you trying to kill me tho. All of that still doesn't change the fact that I love you so.

    What should I do now, baby? I need you cuz you are my ecstasy. My blood calling you deperately. It addicted to you so badly.

Like I said before, I lost my energy. No more horsepower. Please, don't do this to me! 

Rabu, 02 April 2025

LOST: MYSELF & ENERGY

    My knees are going weeker. My mind is going deeper.  Where is the finish line, exactly? I couldn't find it. I have no energy left. Healing from the mistakes I did in the past, for my family issues, from failing myself, from disappointments received, from expectations i could'nt reach. 

    My soul is still learning to clap for the pieces of myself that nobody want to clap for. Still on the process of figuring things out on my own. Still healing, silently. 

    I wanna scream like a lot. But my mouth felt like it was gagged. So, here I am as a silent screamer. Nobody knows which word I use to yell it.

    Rechargeable me? I don't have any chargers left. The thing I know, I only left time for death.


Senin, 24 Februari 2025

KIRIMAN TUHAN

    Berkali-kali ku bilang, aku bukan pemburu. Berkali-kali ku katakan, aku bukan pencari. Tidak pernah ku katakan juga aku sedang menunggu. Aku hanya menyelesaikan apa yang harus aku selesaikan. Jika memang ada yang membantu, mungkin lebih baik. Jujur saja, aku juga tidak berharap perbantuan itu akan menjadikan situasinya lebih baik. Ya, aku memang rumit.

    Aku yang sulit menjadi bahagia, bahkan susah tertawa. Aku yang mudah sedih, bahkan gampang menangis. Ribuan topeng ku suguhi untuk ribuan kondisi. Ratusan emoji ku simpan untuk ratusan keadaan. Puluhan jurus membaca kawan, persiapkan diri menjadi lawan. Cinta itu tak dapat kurasakan entah sampai kapan.

    Tuhan kirim satu, dua, tiga. Di kepala berpikir bahwa hasil akhirnya hanya akan membuat kecewa. Bagaimana bisa mereka mengatasi (aku) ini? Lalu tiga, dua, satu mereka hilang. Lalu untuk apa di awal Tuhan kirim? Aku memang tidak pernah berdoa untuk kiriman-Nya. Tapi rasanya seperti ada teka-teki yang harus aku jawab sendiri untuk apa kiriman tersebut.

    Empat, lima, enam dengan proses dan hasil yang sama. Ku pikir hanya membuang-buang waktu. Aku prihatin akan mereka. Ku pikir hanya membuat mereka repot. Aku merasa tak enak. Lantas, sampai kapan aku harus berkutat untuk memecahkan teka-teki ini? Tak terjawab. Energi terkuras, badan lemas, Kepala seperti sudah hilang akal, seperti semuanya akan ku sangkal. Gantung, tujuh delapan sembilan sepertinya aku salah hitung.

Harus berapa kali lagi Tuhan mengirim agar teka-teki ini terjawab?