Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilonggarkan, membuat beberapa orang sudah merasa aman dan bebas untuk keluar. Ku tak bisa memberikan komentar atas hal itu, mungkin mereka juga punya target yang harus dikejar ketika tahu PSBB dilonggarkan. Hal yang bisa aku lakukan adalah menyiapkan amunisi, atau beberapa orang menyebutnya "New Normal Starter Pack". Pack bisa diganti menjadi kit. Masker kain, masker sekali pakai (biasanya untuk cadangan), handsanitizer, tisu basah. Mungkin beberapa orang akan mewajibkan dirinya membawa tisu kering, tapi belum untukku.
Mikrolet 32 (Perumnas Klender - Kp. Melayu) 24 Juni 2020. Pukul 13.27
Peralatan tersebut tentu perlu disiapkan. Bagaimana tidak? Tidak semua angkutan umum menerapkan pembatasan fisik atau jaga jarak. Sebut saja mikrolet, "kejar setoran" yang mereka alami tetap membuat angkot tetap harus terisi penuh oleh penumpang. Ku tidak bisa menolak karena ini adalah kendaraan umum yang membawaku ke kantor. Tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, paling penting adalah menjalankan jaga diri sebaik mungkin.
Mikrotrans Jak Lingko 39 (Duren Sawit - Kalimalang). 1 Juli 2020. Pukul 15:00
Sebagai perbandingan, angkutan umum yang dianaungi oleh PT Transjakarta yang disebut dengan Mikrotrans Jak Lingko mulai dioperasikan kembali per tanggal 1 Juli setelah sebelumnya mengalami vakum operasional akibat Corona. Video di atas menunjukkan protokol kesehatan dan pembatasan fisik yang diterapkan Mikrotrans tsb. Handsanitizer di pintu masuk mobil, dan pemberian tanda silang untuk memberi jarak antar penumpang di dalam kendaraan. Tidak kalah penting ditujukan kepada para penumpang, yaitu harus menggunakan masker selama berada di dalam mobil.
Stasiun Manggarai Peron 4. 28 Mei 2020. Pukul 17.11
Kebijakan sesuai protokol kesehatan sudah dibuatpun, tetap tidak membuat beberapa orang bijak. Sebut saja di stasiun, penerapan pembatasan fisik sudah dibuat, setiap peron sudah ada tanda dimana penumpang dapat berdiri menjaga jarak. Garis merah yang dibuat di statsiun tujukan kepada penumpang yang ingin menaiki kereta. Ya, apa boleh buat? Saya tidak mau dibilang durhaka dengan lebih galak dari bapak ini. Hehehe
Lapangan Parkir Masjid At-Tin TMII. 8 Juni 2020. Pukul 14:44
Corona tidak menghalangi urusan pribadi atau urusan yang berikaitan dengan tenggat waktu/masa berlaku sebuah sistem. Contohnya, perpanjang masa berlaku Suran Izin Mengemudi (SIM). Hampir 1500 orang berkumpul di satu titik hanya untuk urusan ini. Dibutuhkan kerjasama antara pihak kepolisian, pihak tempat, dan tentunya WNI yang ingin perpanjang SIM. Dari sekian banyak tempat yang aku kunjungi, mungkin Pos SIM Keliling Lapangan Masjid At-Tin yang terbaik. Area luas, pemberlakuan pembatasan fisik berjalan, dan protokol kesehatan tetap terjaga.





