Jumat, 03 Januari 2025

KEDUA PIHAK BERGANDENGAN TANGAN

Dibilang debat? Tidak. Dibilang diskusi? Tidak juga. Semua mengalir begitu saja. Ketika aku masih ada di kehidupannya walau sudah ditolak. Ketika aku masih sering menunjukkan bahwa ku ingin dirinya walau dia ragu dengan dirinya sendiri. 

Sempat hilang dari radar, blog berjudul "Hampir Saja" ( https://farizek.blogspot.com/2024/12/hampir-saja.html ) sudah menjelaskan keadaan tersebut. Waktu aku membuat momentum, akhirnya aku menyelamatkan momen.

Aku tak apa, dan akan selalu tak apa. Hingga suatu malam dia bilang akan menemuiku setelah sekian lama. Aku langsung kehilangan akal sehat dengan menjadi orang petakilan seharian karena hati gak karuan dengan kabar yang mencengangkan.


Aku tidak sebelah tangan lagi. Aku tidak perlu sepihak lagi. Ketika akhirnya bertemu dengannya dengan kondisi ini, tangan kami langsung menyatu. Aku melihatnya tersenyum dan memeluknya memastikan bahwa dia benar nyata.

Ini adalah sebuah jurnal balik dari blog berjudul "Sepihak Sebelah Tangan" ( https://farizek.blogspot.com/2024/12/sepihak-sebelah-tangan.html ) . Karena tangannya sekarang tergapai.