Hatinya mati, tenggelam sakit egois, cenderung menyelamatkan dirinya ketimbang bersama.
Diam tak mengakui kesalahan, selalu menganggap dirinya benar, mencari keuntungan apapun itu bagi dirinya.
Asalkan dirinya aman, asalkan dirinya senang, asalkan dirinya luar biasa.
Ekstrimnya lagi, dirinya tetap merasa sedang ditindas, disindir, dihina, dsb. Tanpa memikirkan sedikitpun apa yang sudah dia perbuat sebelumnya.
Sensitivitas yang di luar akal sehat. Ketika fokusnya sudah di ruang hidupnya, masih saja bertindak semena- mena terhadap orang lain yang bermain jauh dari lingkungan hidupnya.
- Fakhri. R
Jakarta, 30 November 2018
