Seseorang pernah berkata padaku tentang standar bahagia yang terlalu tinggi. Mungkin apa yang dikatakannya adalah benar. Tapi, apa yang aku rasakan memang dikarenakan oleh apa yang aku alami. Ini bukan standar bahagia yang ku buat, tetapi memang begini adanya.
Tidak membuat standar bahagia yang tinggi, bahkan sebenarnya tidak ada hal tersebut, melainkan hanya refleks yang didapat. Seperti halnya tawa kita yang keluar ketika mendengar lelucon, itu refleks, tidak mengada-ada. Jujur saja, menurunkan standar bahagia tidak semudah seperti ketika orang meminta hal tersebut kepada orang yang dia ingin standar bahagianya turun.
Aku akan bahagia dengan tanpa memanggilnya, tanpa menuntutnya, tanpa mengharapkannya. Jika memang sesuatu terjadi dan membuatku bahagia, aku akan sangat berterimakasih. Jika sesuatu terjadi dan membuatku sedih, aku akan sangat bersyukur, karena... apa lagi yang bisa dilakukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar