Kata-katanya. Tingkah lakunya. Membuat orang berkeluh kesah namun masih di dalam hati. Tapi, akankah hanya sampai di situ saja? Tidak. Orang itu tidak akan membalaskan dendamnya secara langsung. Mungkin hanya sebuah doa pembalasan atau mungkin cuma kata-kata kasar semata. Kasus buruknya? Mengutuk balik. Akhirnya? Kutukan berantai.
Bagi mereka yang sadar akan kata dan tingkahnya yang buruk ke orang lain tapi dia juga yang kesal dikutuk, tentunya akan mengutuk balik. Siklus yang tidak akan berhenti.
Pencuri yang mencuri, yang dicuri mengutuk pencuri. Pencuri celaka, pencuri mengutuk yang mencelakainya. Yang mencelakainya akan menemukan tempat lain untuk mengutuk.
Apakah memang Tuhan yang membuat sketsa seperti ini? Doa siapa yang sebenarnya yang dikabulkan-Nya?
Salemba, 23 Oktober 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar